Dian Fajar Sarwiasti Primasanti


Batik merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia yang hingga kini masih mendapatkan tempat di hati masyarakat. Batik tetap terlihat istimewa di tengah persaingan segala hal yang modern. Khusunya, pakaian yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia belakangan dan berbagai modelnya yang kini sudah tertulari virus kebarat-baratan.





Indonesia adalah negara yang diakui dunia sebagai penghasil batik terbesar. Batik memang menjadi salah satu ciri yang sangat khas Indonesia. Sebagai negara terbesar penghasil batik, Indonesia memiliki ragam batik yang datang dari berbagai wilayahnya. Salah satu batik yang cukup sudah punya nama, baik nasional maupun internasional adalah batik solo.


Sejarah Batik Solo


Pengaruh batik di wilayah Jawa karena keberadaan kerajaan-kerajaan yang banyak terdapat di Jawa Tengah. Batik solo pun merupakan salah satu pengaruh dari kerajaan Solo atau Surakarta. Di kalangan kerajaan, batik awalnya adalah hobi para wanita kerajaan. Hobi para wanita keraton ini berkenaan dengan kebutuhannya dalam mempercantik pakaian yang akan dikenakan.

Batik yang berasal dari Solo dan Yogyakarta merupakan akar dari batik-batik yang ada di wilayah Jawa Tengah. Menyebarnya batik ke seluruh wilayah Jawa, seperti Pekalongan, Banyumas, Tulungagung, dan Ponorogo, disebabkan karena peperangan yang terjadi di kerajaan dengan pihak Belanda.

Batik solo memiliki pola dan corak tradisional yang khas. Berdasarkan proses pembuatannya, baitk solo dibagi menjadi dua, yaitu batik tulis dan batik cap. Penggunaan peralatan dan bahan pewarna pada batik solo masih tradisional. Warna-warna yang dihasilkan dari bahan-bahan pewarna alami.



Batik Sebagai Identitas Solo

Solo adalah sebuah kota di Jawa Tengah yang memiliki nilai-nilai kejawaan yang cukup kental. Sebagai sebuah kota di Jawa Tengah, Solo memiliki sebuah slogan berbahasa Inggris yang berbunyi Solo the Spirit of Java. Sebuah upaya pengenalan Solo lengkap dengan berbagai nilai-nilai kejawaan yang masih dianut pada kalangan turis asing.
Solo memang terkenal dengan wilayah penghasil batik. Solo juga merupakan tempat wisata berbelanja batik yang cukup terkenal dan sering dikunjungi oleh wisatawan asing dan domestik. Batik sudah seperti identitas dari Kota Solo ini. Hasil produksi batik solo pun sudah diekspor hingga luar negeri.


Sebagai sebuah kota yang identik dengan batik, Solo memiliki beberapa daerah sentra penghasil batik. Dua daerah yang cukup terkenal di kalangan pecinta batik adalah kampung batik Laweyan dan kampung wisata batik Kauman. Masyarakat di dua daerah tersebut, sebagian besar menggantungkan hidupnya dari batik.

Sumber Artikel
Sumber Gambar






















Berbagai Macam Motif Batik dan Maknanya






Batik merupakan suatu warisan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Secara turun-temurun batik telah diwariskan dan sekaligus dilestarikan. Dengan media kain, malam dan canthing, masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa Tengah dan Yogyakartaterus berkarya menghasilkan batik-batik yang semakin indah, syarat makna dan filosofi.Harmonisasi antar sesama manusia, manusia dengan alam dan sang pencipta, maupun harapan akan kehidupan yang lebih baik, mereka tuangkan dalam motif dan ornamen. Selama ratusan tahun, tentunya sudah tak terhitung lagi berapa lembar batik yang telah dihasilkan. 

Beberapa yang terbaik dari motif-motif tersebut adalah :

1.  Sida Mukti
2. Sida Luhur
3. Sida Asih
4. Semen Rama
5. Sekar Jagad
6. Kawung Picis
7. Truntum
8. Babon Angrem
9. Pringgondani
10. Tambal
11. Irian
12. Sri Kuncoro
13. Liris
14. Buntal
15. Keong Renteng
16. Wahyu Tumurun
17. Manggaran
18. Gegot
19. Bantulan

Sedangkan untuk motif-motif modern yang terbaik antara lain :

1. Pisang Mas
2. Polkadot
3. Kunir Pita
4. Kanthil
5. Mega Mendung
6. Senandung Cinta
7. Merak
8. Anggur

0 Responses

Posting Komentar