Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris 2. Tampilkan semua postingan
Dian Fajar Sarwiasti Primasanti
Nah . . Karena bulan ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan, Dian akan kasih referensi menu makanan berbuka puasa yang jadi favorit Dian.

      Lele Penyet
Lele Penyet + Nasi Uduk, minumnya teh manis hangat. Ini makanan paling enak buat buka puasa menurut Dian.

      Gudeg
Gudeg + teh manis hangat. Apapun makanannya minumnya tetep aja Teh manis hangat. Maklum Dian Pecandu Teh Manis. Tapi kalau buat teman-teman teh bisa diganti minuman favorit kalian kok.

      Sup Iga
Di supnya itu ada daun kemangi, daun bawang, tomat hijau, seledri. Segeeer banget. Minumnya gak berubah, tetep Teh Manis Hangat.

      Soto
Biasanya di rumah bikin sendiri Soto + Ceker Ayam. Kalau minumnya jangan di tanya, udah pasti Teh Manis Hangat. Kalau ada soto pasti ada mendoan

      Nasi Bebek
Nasi Bebek di kasih lalapan sama sayur Asem. Minumnya tetep sama (Teh Manis Hangat)


NB: Tulisan ini di buat saat Lapar 

Dian Fajar Sarwiasti Primasanti
1. Rongga Gigi
Percayalah dokter gigi bahwa gula berlebih memang tidak baik bagi kesehatan gigi. Study yang lain mengenai gula juga di adakan pada tahun 1967 yang menyebutkan rusaknya rongga gigi di akibatkan karena gula. Hubungan antara rongga gigi dan gula adalah, ketika bakteri yang menempel pada gigi memakan gula yang juga masih menempel pada gigi, maka bakteri tersebut akan membusuk kemudian menciptakan asam yang menghancurkan enamel gigi" Anahad O'Connor menjelaskan pada The New York Times. Karena asam adalah salah satu penyebab utama rusaknya gigi.

2. Terasa Lapar Terus
Leptin adalah hormon yang memungkinkan tubuh kamu mengetahui kapan saatnya kamu berhenti untuk makan. Jika hormon leptin beresistensi (virus/bakteri mengalami kepekaan terhadap obat), maka tubuh akan kesulitan mengontrol berat badan.

Beberapa penelitian telah meningkatkan kemungkinan bahwa resistensi leptin mungkin merupakan efek samping dari obesitas. Tetapi penelitian pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan fruktosa/gula langsung menyebabkan kandungan leptin menjadi tinggi, dan hal tersebut dapat mengurangi sensitivitas tubuh pada hormon. Solusinya adalah dengan diet gula.

"Data kami menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa berlebihan menginduksi resistensi leptin sebelum berat badan seseorang meningkat, dan resistensi leptin fruktosa-induced mempercepat berkembangnya lemak yang kemudian menjadi obesitas," pungkas salah satu studi di tahun 2008 pada tikus. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji apakah efek ini berlaku pada manusia juga.

3. Berat Badan Bertambah
Menjadikan tubuh banyak beraktifitas merupakan solusi terbaik diet. Jadi bukan hanya makanan saja yang di jaga tetapi keringat juga di usahakan untuk keluar. Kamu harus menahan makanan yang memiliki kalori tinggi, yaitu makanan dengan rasa sangat manis.Pada tahun 2013 terdapat 68 studi yang berbeda menemukan bukti bahwa penurunan berat badan dengan beraktifitas dan melakukan diet gula dapat memaksimalkan dapat berjalan dengan maksimal

4. Resistensi Insulin
Ketika mengkonsumsi banyak gula, maka tubuh juga akan memproduksi hormon insulin. Insulin adalah suatu hormon yang membantu mengkonversi makanan menjadi energi untuk kegiatan sehari-hari. Ketika kadar insulin tinggi secara konsisten pada kondisi tubuh normal, ketika kelebihan kadar gula maka sensitivitas produksi hormon berkurang, dan glukosa akan menumpuk dalam darah. Kejadian itu disebut ‘resistensi insulin’. Biasanya penderita akan mengalami kelelahan, kelaparan, kabut otak, dan tekanan darah tinggi. Ini juga terkait dengan berat badan berlebih di bagian tengah tubuh. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa insulin mereka tidak berproduksi dengan baik sehingga terjadi yang namanya ‘full blown diabetes’ yang menyebabkan penyakit yang lebih parah.

5. Diabetes
Pada tahun 1988 hingga 2008, prevalensi diabetes di AS meningkat sebesar 128%. Diabetes sekarang mempengaruhi sekitar 25 juta orang di Amerika Serikat atau sekitar 8,3% dari populasi penduduk.

Satu studi yang diikuti 51.603 perempuan pada tahun 1991 sampai tahun 1999, menemukan peningkatan risiko diabetes di antara mereka yang mengkonsumsi muniman manis (teh, minuman soda, minuman berenergi, dll). Serta hasil penelitian sebelumnya yang melibatkan 310.819 partisipan mendukung hasil tersebut, kemudian menyimpulkan bahwa minum yang banyak soda bukan hanya menyebabkan berat badan naik, melainkan menyebabkan kadar diabetesmu menjadi diabetes tipe 2.

Mengontrol porsi makan sangat penting ketika kamu mengkonsumsi gula. "Jangka waktu dan tingkat konsumsi gula berkorelasi secara signifikan dengan prevalensi diabetes. sementara penurunan konsumsi gula berkorelasi dengan penurunan secara signifikan dalam tingkatan diabetes" – yang kemudian disimpulkan di 175 negara bahwa seringnya makan dapat menyebabkan diabetes.
  
6. Obesitas
Obesitas merupakan salah satu risiko yang paling tinggi. Hanya satu kaleng soda setiap hari dapat menambah 15 pon atau setara 6,8 kg berat badan dalam satu tahun, sehingga satu kaleng soda saja bisa menyebabkan kegemukan, seperti yang penelitian yang dilakuakn JAMA study.
Gula mungkin meningkatkan risiko obesitas secara langsung, tetapi diabetes juga dapat menyebabkan hal yang sama. Dan minuman bersoda merupakan minuman yang merusak organ selain minuman manis lainnya.

"Kompleksitas pasokan makanan kita dan perilaku asupan makanan, dan bagaimana diet berkaitan dengan perilaku lain, membuat akuisisi data ilmiah yang jelas dan konsisten pada topik faktor makanan tertentu dan risiko obesitas terutama sulit dipahami," pungkas salah satu hasil penelitian tahun 2006. Namun, hasil penelitian yang lebih baru memperingatkan, "kita harus menghindari jebakan menunggu bukti mutlak sebelum mengizinkan tindakan kesehatan masyarakat yang harus diambil."

7. Kegagalan Sistem Kerja Hati
Karena cara unik kita memetabolisme fruktosa, menciptakan respon stres dalam hati yang dapat memperburuk kondisi. Takaran gula yang tinggi bisa membuat hati overdrive. Itulah salah satu alasan kelebihan fruktosa adalah perkembangan penyakit hati berlemak, di mana lemak terakumulasi dalam hati tanpa adanya penyalahgunaan alkohol sekalipun.

Orang-orang dengan kondisi kegagalan hati, telah didiagnosis bahwa asupan soda mereka dua kali lipat lebih banyak dari asupan soda orang normal. Kebanyakan tidak sampai komplikasi dan beberapa lainnya tidak menyadari bahwa telah memiliki penyakit ini. Namun pada beberapa orang, akumulasi lemak dapat menyebabkan jaringan parut di hati dan akhirnya berkembang menjadi penyakit gagal hati.

8. Kanker Pankreas
Sejumlah study telah menemukan bahwa diet tinggi gula berhubungan dengan risiko sedikit lebih tinggi dari kanker pankreas. Kanker pakreas adalah salah satu kanker yang paling mematikan di dunia. Obesitas dan diabetes, dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit kanker pankreas. Namun, satu studi besar yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer membantah hubungan antara peningkatan asupan gula dan risiko kanker meningkat, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

9. Penyakit Ginjal
Kesimpulan sementara bahwa soda dan gula berlebih dapat menyebabkan penyakit ginjal. "Temuan menunjukkan bahwa konsumsi soda bergula dapat menyebabkan kerusakan ginjal," pungkas salah satu penelitian terhadap 9.358 orang dewasa. (Hanya pada mereka yang minum dua atau lebih soda per hari) Tikus yang diberi asupan soda manis yang berlebih saat diet tinggi gula, menyebabkan ginjal yang membesar dan mengalami kerusakan.

10. Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi biasanya berhubungan dengan makanan asin, bukan makanan penutup, tapi mengkonsumsi banyak gula tambahan memang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Dalam satu penelitian berikutnya, 4.528 orang dewasa tanpa riwayat hipertensi, mengkonsumsi 74 atau lebih gram gula setiap hari dan  tekanan darah tinggi mereka naik.

Dalam studi lain yang sangat kecil hanya 15 orang, peneliti menemukan bahwa minum 60 gram fruktosa menimbulkan tingginya tekanan darah setelah dua jam. Study ini mungkin terkait dengan fakta bahwa mencerna fruktosa dapat menghasilkan asam urat, namun sebagai salah satu meta-analisis data menyimpulkan -, sehingga study lebih besar perlu dilakukan

Source:http://infotipsbermanfaat.blogspot.co.id/2014/08/15-dampak-negatif-terlalu-banyak.html










Dian Fajar Sarwiasti Primasanti
1. Jika anda penggemar makanan kemasan, seperti cemilan, minuman berkaleng dan aneka snack yang ada di pasaran. Sebelum membeli sebaiknya anda melihat tanggal kadar luarsa dibalik kemasan makanan atau minuman tersebut. Karena kalau makanan seperti ini sudah kadarluasa lebih banyak mengandung bakteri yang dapat memicu penyakit bagi tubuh anda.

2. Hindari jajanan yang berwarna mencolok, karena itu pasti menggunakan pewarna berbahaya. Lebih baik konsumsi makanan yang tidak berwarna sama sekali.

3. Untuk konsumsi sayuran dan buah, pilih lah yang organik. Karena makanan organik lebih sehat, tidak mengandung bahan kimia seperti peptisida yang dapat merusak sel-sel tubuh jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang kita makan. Memang makanan organic lebih mahal, tapi tidak ada salahnya untuk investasi kesehatan anda.

4. Kalau harga makanan organic tidak terjangkau untuk anda, sah-sah saja anda memilih makanan non-organik. Tapi minimalkan kadar pestisidanya dengan cara mencuci sayuran atau buah di bawah air mengalir, dan kupas kulit buah-buahan sebelum memakannya
.
5. Pilih lah bahan makanan local ketimbang makanan impor. Karena makanan impor yang dikirim dari jarak jauh memiliki kadar O2 yang lebih sedikit dan pastinya itu disuntikan bahan kimia agar lebih tahan lama. Tentu makanan impor tidak sehat.

6. Jika anda penggemar daging sapi atau ayam. Masaklah hingga benar-benar matang. Jika daging masih setengah matang mengandung parasit toksoplasmosis, bakteri salmonella atau  mikroba lainnya yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama diare dan keracunan.

7. Kurangi makanan olahan daging, seperti sosis, nugget, dan daging asap. Senyawa nitrat yang digunakan sebagai pengawet produk ini, dalam jumlah yang berlebihan akan menjadi senyawa kimia lain, yang di dalam tubuh bisa mengganggu kelancaran aliran darah.

8. Pilih makanan yang mengandung banyak vitamin dan mineral ketimbang gula atau lemak jahat. Karena vitamin dan mineral adalah zat yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan sel dan mempertahankan imun tubuh.


Source: http://cara-terindah.blogspot.co.id/2014/07/9-tips-memilih-makanan-yang-sehat-untuk.html
Dian Fajar Sarwiasti Primasanti
Flora di Indonesia tidak sama dengan negara lain. Begitu juga flora di salah satu daerah di Indonesia, tentu tidak sama dengan daerah lainnya. Flora di Indonesia sangat bervariasi dan selalu hijau sepanjang tahun. Inilah kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan hayati yang melimpah. Banyak di antara flora Indonesia yang tergabung dalam suatu hutan. Berikut 5 jenis hutan yang ada di Indonesia.

a.    Hutan Bakau

Hutan bakau tumbuh di pantai-pantai landai dan berlumpur yang terkena pasang surut. Hutan bakau sangat penting karena menjadi tempat bagi berbagai jenis ikan dan udang. Hutan bakau juga dapat melindungi daratan dari pengaruh abrasi dan dapat menjadi penampung banjir dari pedalaman daratan. Hutan bakau dapat ditemui di Pantai Papua, Sumatra bagian timur, dan sepanjang pesisir Kalimantan.



b.    Hutan Rawa

Hutan rawa meliputi daerah rawa-rawa dengan berbagai jenis tumbuhan seperti beluntas, pandan, dan ketapang. Jenis hutan ini banyak terdapat di pantai timur Sumatra, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Hutan rawa
c.    Sabana

Sabana adalah padang rumput yang diselingi pepohonan dan banyak terdapat semak belukar. Sabana umumnya dijumpai di Nusa Tenggara.

Sabana
d. Hutan Musim
Hutan ini dinamai hutan musim karena memiliki perbedaan kondisi pada musim hujan dan kemarau yang cukup mencolok. Tumbuhan yang ada di hutan musim pada musim kewarau biasanya akan meranggas dan pada musim hujan akan tumbuh lebat kembali. Tumbuhan yang mengalami peristiwa ini di antaranya pohon jati dan pohon kapok. Hutan ini biasanya terdapat di daerah bertemperatur tinggi. Hutan musim banyak terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Nusa Tenggara.

d.    Hutan Hujan Tropis

Ini adalah jenis hutan yang paling terkenal di Indonesia yang negara tropis ini. Kepulauan Indonesia yang beriklim tropis banyak memperoleh sinar matahari, memiliki curah hujan yang tinggi, dan temperatur rata-rata tinggi. Oleh karena itulah tumbuhan dari berbagai macam jenis dapat tumbuh dengan mudah di daratan Indonesia dan membentuk hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki keragaman hayati yang melimpah, dan menjadikannya paru-paru dunia yang utama (dunia berutang pada Indonesia karena hal ini) sekaligus tempat hidup berbagai spesies hewan dan tumbuhan.

Source: https://arisudev.wordpress.com/2011/07/13/5-jenis-hutan-yang-ada-di-indonesia/


Dian Fajar Sarwiasti Primasanti
What is reported speech?
Reported speech is when you tell somebody else what you or a person said before.
Distinction must be made between direct speech and reported speech.

Direct speech vs Reported speech:
Direct speech
Reported speech
She says: "I like tuna fish."
She says that she likes tuna fish.
She said: "I'm visiting Paris next weekend"
She said that she was visiting Paris the following weekend

Different types of sentences
When you use reported speech, you either report:     
·         statements
·         questions
·         requests / commands
·         other types

A.  Reporting Statements
When transforming statements, check whether you have to change:
·      pronouns
·      tense
·      place and time expression

1- Pronouns
In reported speech, you often have to change the pronoun depending on who says what.
Example:
She says, “My dad likes roast chicken.” – She says that her dad likes roast chicken.

2- Tenses
If the sentence starts in the present, there is no backshift of tenses in reported speech.
If the sentence starts in the past, there is often backshift of tenses in reported speech.
Direct speech
Reported speech
(no backshift)
“I write poems.”
He says that he writes poems.
(backshift)
“I write poems.”
He said that he wrote poems.

No backshift
Do not change the tense if the introductory clause is in a present tense (e. g. He says). Note, however, that you might have to change the form of the present tense verb (3rd person singular).
Example:
He says, “I write poems.” – He says that he writes English.

Backshift
You must change the tense if the introductory clause is in a past tense (e. g. He said).
Example:
He said, “I am happy.” – He said that he was happy.

Examples of the main changes in tense:
Direct Speech
Reported Speech
Simple Present
He said: "I am happy"
Simple Past
He said that he was happy
Present Progressive
He said: "I'm looking for my keys"
Past Progressive
He said that he was looking for his keys
Simple Past
He said: "I visited New York last year" 
Past Perfect Simple
He said that he had visited New York the previous year.
Present Perfect 
He said: " I've lived here for a long time "
Past Perfect 
He said that he had lived there for a long time
Past Perfect 
He said: "They had finished the work when Iarrived"
Past Perfect 
He said that they had finished the work when he had arrived"
Past Progressive
He said: "I was playing football when the accident occurred"
Past Perfect Progressive
He said that he had been playing football when the accident had occurred 
Present Perfect Progressive
He said:"I have been playing football for two hours."
Past Perfect Progressive
He said that he had been playing football for two hours
Past Perfect Progressive
He said: "I had been reading a newspaper when the light went off"
Past Perfect Progressive
He said that he had been reading a newspaper when the light had gone off
Future Simple (will+verb)
He said: "I will open the door."
Conditional (would+verb)
He said that he would open the door.
Conditional (would+verb)
He said: "I would buy Mercedes if I were rich"
Conditional (would+verb)
He said that he would buy Mercedes if he had beenrich"

The modal verbs could, should, would, might, needn't, ought to, used to do not normally change.
Example:
He said, "She might be right." – He said that she might be right.

Other modal verbs may change:
Modal
Direct speec
Repored speech
can
"I can do it."
He said he could do it.
may
"May I go out?"
He wanted to know if he might go out.
must
"She must apply for the job."
He said that she must/had to apply for the job.
will
"They will call you."
He tod her that they would call her.

3- Place, demonstratives and time expressions
Place, demonstratives and time expressions change if the context of the reported statement (i.e. the location and/or the period of time) is different from that of the direct speech.

In the following table, you will find the different changes of place; demonstratives and time expressions.
Direct Speech
Reported Speech
Time Expressions
today
that day
now
then
yesterday
the day before
… days ago
… days before
last week
the week before
next year
the following year
tomorrow
the next day / the following day
Place
here
there
Demonstratives
this
that
these
those

B.  Reporting Questions
When transforming questions, check whether you have to change:
·         pronouns
·         place and time expressions
·         tenses (backshift)

Also note that you have to:
·         transform the question into an indirect question
·         use the question word (where, when, what, how) or if / whether
Types of questions
Direct speech
Reported speech
With question word (what, why, where, how...)
"Why" don’t you speak English?”
He asked me why I didn’t speak English.
Without question word (yes or no questions)
“Do you speak English?”
He asked me whether / if I spoke English.

C.  Reporting requests / commands
When transforming requests and commands, check whether you have to change:
·         pronouns
·         place and time expressions
·         Direct speech
Reported speech
“Nancy,do the exercise.“
He told Nancy to do the exercise.
"Nancy, give me your pen, please."
He asked Nancy to give him her pen.

Tenses are not relevant for requests – simply use to  / not to + verb (infinitive without "to")

Example:
She said, “Sit down." - She asked me to sit down.
She said, "don't be lazy" - She asked me not to be lazy

For affirmative use to + infinitive (without to)
For negative requests, use not to + infinitive (without to).

D.  Other transformations
·      Expressions of advice with must, should and ought are usually reported using advise / urge.
Example:
“You must read this book.“
He advised / urged me to read that book.
·      The expression let’s is usually reported using suggest. In this case, there are two possibilities for reported speech: gerund or statement with should.
Example:
“Let’s go to the cinema.“=
1. He suggested going to the cinema.
2. He suggested that we should go to the cinema.
               
Main clauses connected with and/but
If two complete main clauses are connected with ‚and or ‚but, put ‚that after the conjunction.
Example:
He said,“I saw her but she didn't see me.“ – He said that he had seen her but that she hadn't seen him.“

If the subject is dropped in the second main clause (the conjunction is followed by a verb), do not use ‚that‘.
Example:
She said,“I am a nurse and work in a hospital.“ – He said that she was a nurse and worked in a hospital.“

Source: